Nikmatnya Ramadhan di Adonara
Rabu, Juli 15, 2015 - 10:41

By

Nikmatnya Ramadhan di Adonara

TREN "BUKBER" DI INDONESIA 

“Buka bareng, yuk!”

Teman-teman di kota-kota besar Indonesia pasti sering mendengar ajakan ini selama bulan suci Ramadhan. Buka bareng, bukber, atau buka bersama sudah menjadi hal yang lumrah bagi kita semua, jadi mungkin saya tidak perlu jelaskan lagi apa makna dari istilah ini, ya. 

Ada satu fakta menarik yang saya temukan, sekarang makna buka bersama telah bergeser. Buka bersama telah menjadi kegiatan wajib yang paling dinantikan selama bulan Ramadhan - bukan karena makanannya, tapi karena alasan sosial. Ini merupakan momen dan alasan yang tepat untuk bertemu teman, catch up, bertukar pikiran, atau bahkan reunian. Buka bareng benar-benar menjamur, bahkan bagi mereka yang tidak merayakan Ramadhan. Buat semua, paling tidak satu buka bersama wajib hukumnya selama bulan Ramadhan!

Lalu, apa hubungan buka bersama dengan Kopernik dan program Ibu Inspirasi Indonesia Timur kami? Nah, kami ingin membawa tren buka bareng ke pulau Adonara, di Nusa Tenggara Timur - salah satu lokasi program kami. 

Di Adonara - dan kebanyakan pedalaman Indonesia - masyarakat jarang berkumpul dan buka puasa bersama sebagai komunitas. Ini karena konsep buka bersama rasanya memang lebih sesuai untuk gaya hidup perkotaan yang urban - dimana bertemu dengan teman merupakan hal yang sulit mengingat jadwal yang begitu padat. Saya jadi penasaran, apakah masyarakat di Adonara akan menyukai kegiatan bukber ini. 

semangat komunitas yang kuat 

Untuk mempersiapkan kegiatan buka bersama ini, kami bekerja sama dengan dua 'ibu inspirasi' kami di Adonara, Mama Mardiah dan Mama Sita. Kami mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan: memilih tempat kegiatan, mengundang warga desa (dan meyakinkan mereka untuk datang), dan tentunya menyiapkan berbagai hidangan lezat - kami merasa seperti party organisers!

Senang rasanya melihat semua masyarakat menyambut antusias acara buka bersama ini, bahkan sebelum acara dimulai. Hampir semua perempuan di desa berkumpul dan bersama-sama menyiapkan hidangan untuk buka bersama. Mereka memanfaatkan momen ini untuk ngobrol, berbagi gosip terkini di Adonara, dan terawa bersama. Saya langsung merasa terundang untuk ikutan!

Satu hal yang membuat saya sedih: mereka masih menggunakan tungku tiga batu untuk memasak! Di dapur yang sangat kecil, penuh ibu-ibu bergosip dan asap tebal, sulit bagi saya untuk bernapas. Tak mau rugi, saya memanfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan cara memasak yang lebih bersih. Saya menjelaskan bahaya dari polusi udara dalam rumah serta keuntungan menggunakan tungku bersih atau Tas Mantap baik dari segi harga maupun kesehatan. Kami bahkan sempat menunjukkan ibu-ibu cara memasak nasi dengan Tas Mantap. Semoga paling tidak ada satu dari mereka yang memesan teknologi ini dari Mama Mardiah atau Mama Sita! 

bERBAGI BERSAMA

Persiapan kegiatan sudah sangat menyenangkan, acara buka bersamanya? Bahkan lebih menyenangkan lagi. Kami berhasil mengumpulkan hampi semua warga di desa, bahkan kepala desa - kesempatan emas untuk memperkenalkan program Ibu Inspirasi ke orang penting. 

Sebelum waktunya buka puasa, kami melakukan Tech Fair kecil-kecilan. Tapi bukannya memperkenalkan teknologi (kebanyakan warga di desa ini telah menggunakan saringan air dan lapu tenaga surya), sesi ini malah menjadi sesi berbagi yang sangat berguna. Kami mendapatkan banyak kritik dan saran membangun tentang teknologi dan jasa kami. Saya jadi tahu, tikus adalah musuh nomer satu di desa ini: beberapa orang menyampaikan keluhan bahwa tikus telah mengigit kabel panel tenaga surya mereka! 

Tiba sudah waktunya untuk buka puasa dan makan, akhirnya! Kami berbagi cerita, menikmati makanan yang sederhana namun nikmat, dan tentunya foto bersama. Oh iya, mereka juga sangat menyukai nasi yang dimasak dengan Tas Mantap, mereka takjub melihat nasi yang masih hangat bahkan setelah berjam-jam. 

Saya bisa bilang, senyum paling lebar pada hari itu adalah senyum Mama Mardiah dan Mama Sita: 

"Jarang kami berkumpul seperti ini, biasanya hanya kalau ada upacara adat. senang rasanya bisa berkumpul dengan ibu-ibu yang lain untuk menyiapkan makanan, lalu makan bersama. selain itu, kepala desa juga membeli beberapa saringan air nazava untuk kantor dprd. kami sangat bersyukur." 

Tim Kopernik juga sangat senang dengan kegiatan buka bersama ini: kami menerima kritik dan saran langsung dari para pengguna teknologi, kami memperkenalkan teknologi, dan membantu 'ibu inspirasi' kami menjual beberapa teknologi. Tapi yang terpenting, senang rasanya dapat menghabiskan beberapa hari dengan masyarakat yang kami bantu di daerah terpencil. Berbagi momen bersama - inilah inti dari buka bersama, baik di kota besar ataupun di desa terpencil. 

Kami harap kami bisa terus membawa tren buka bersama ini ke daerah terpencil - berbagi kebersamaan, dari satu buka bersama ke buka bersama yang lain.