Ibu Inspirasi Gugus Barat 1 - Aceh Utara, Indonesia

Impact Story
Ibu Inspirasi Gugus Barat 1 - Aceh Utara, Indonesia

" SAYA INGIN MEMILIKI PENGHASILAN TAMBAHAN YANG LEBIH BESAR DARI USAHA PENGGILINGAN TEPUNG INI, SAYA INGIN MENYEKOLAHKAN ANAK-ANAK SAYA HINGGA PERGURUAN TINGGI "

Nurlaila, Ibu Inspirasi dari Kelompok Gugus Barat 1

Sebagian besar Ibu Inspirasi di Aceh Utara merupakan guru Semai Benih Bangsa (SBB). Mereka mengajar murid-murid setingkat PAUD/TK. Sebagai guru SBB, penghasilan yang mereka dapatkan sangatlah minim, biasanya tak lebih dari 50.000 rupiah per bulan. Inilah alasan utama Kopernik bekerja sama dengan mereka, agar para guru ini mampu menghasilkan pendapatan lebih tanpa harus meninggalkan tanggung jawab mereka sebagai guru. Program ini didukung sepenuhnya oleh ExxonMobil.

Salah satu anggota program Ibu Inspirasi adalah para guru dari kelompok Gugus Barat 1. Sejak pertama kali bergabung dalam program Ibu Inspirasi, tepatnya bulan Juni 2013, kelompok Gugus Barat 1 memang telah banyak berkembang. Tak hanya peningkatan penghasilan, keterampilan para Ibu Inspirasi Gugus Barat 1 dalam berwirausaha juga menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan.

Berawal dari usaha simpan pinjam yang mengelola keuntungan dari hasil penjualan alat teknologi tepat guna yang diproduksi Kopernik seperti lampu tenaga surya, saringan air, dan kompor biomassa. Kini kelompok Gugus Barat 1 ingin mengembangkan usaha baru yang lebih menguntungkan yaitu jasa penggilingan tepung.

Kenapa usaha penggilingan tepung?

Ibu Inspirasi dari kelompok Gugus Barat 1 tidak sembarang memilih tertarik menjalankan usaha ini. Keputusan ini mereka ambil setelah melakukan analisa pasar, melihat kebutuhan pasar, dan mempertimbangkan resiko dari berbagai pilihan bisnis yang ada. Semua ini tentu dengan pendampingan dari tim Kopernik Aceh Utara.

Di Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, tempat kelompok Gugus Barat 1, masih belum banyak bisnis penggilingan tepung. Padahal sebagian besar masyarakat di wilayah kelompok Gugus Barat 1 bekerja sebagai petani sawah dan kerap kali mereka membutuhkan tepung beras atau tepung ketan untuk kebutuhan sehari-hari. Daripada membeli dengan harga mahal, kini mereka bisa membawa beras mereka dan menggilingnya menjadi tepung beras atau tepung ketan di penggilingan tepung milik kelompok Gugus Barat 1. Masyarakat yang hendak menggiling beras hanya dikenakan biaya Rp 5.000 per 1,5 kilogram beras, berbeda dengan ditempat lain yang biasanya memungut ongkos lebih mahal.

Motivasi dan Optimis

Pada tahun 2015, target utama Kopernik dan ExxonMobil dalam program Ibu Inspirasi di Aceh Utara adalah mengembangkan usaha kelompok. Tujuannya tentu untuk melahirkan wirausahawati mandiri di wilayah tersebut. Kelompok Gugus Barat 1 merupakan pelopor dari program pengembangan usaha kelompok ini.

“Lebih bagus menjadi kepala walau tikus daripada menjadi ular tapi hanya ekor” - Alit Ferdian, Business Development Associate.

Kata-kata ini selalu menjadi motivasi bagi para Ibu Inspirasi untuk terus semangat memulai usaha kelompok sendiri. Tim Kopernik Aceh Utara juga terus memberikan pendampingan intensif kepada para kelompok guna membimbing dan memotivasi mereka dalam memulai usaha baru tersebut.

“Saya ingin memiliki penghasilan tambahan yang lebih besar dari usaha penggilingan tepung ini, saya ingin menyekolahkan anak-anak saya hingga perguruan tinggi”, kata Nurlaila, Ibu Inspirasi dari kelompok Gugus Barat 1 dengan penuh ambisi dan optimis.

Memiliki usaha baru, yang awalnya hanya sekedar mimpi kini telah menjadi kenyataan bagi Nurlaila dan Ibu Inspirasi lain di kelompok Gugus Barat 1. Atas dukungan Kopernik dan ExxonMobil, penggilingan Tepung “Mandiri Jaya” telah diresmikan pada tanggal 21 Mei 2015 lalu.

Ini hanyalah awal dari perjalanan menuju kesuksesan bagi mereka. Berbagai tantangan baru tentu akan muncul dalam setiap bisnis. Tapi, bukankah dibalik setiap tantangan selalu ada rezeki yang menunggu? Seperti namanya “Mandiri Jaya”, semoga para Ibu Inspirasi ini bisa menjadi lebih mandiri dan semakin berjaya!