Mama Yoh: Determinasi Dan Ketekunan Yang Menginspirasi
Jumat, Februari 2, 2018 - 16:59

By Vanesha Manuturi
Digital Content Officer

Mama Yoh: Determinasi Dan Ketekunan Yang Menginspirasi

Di bawah cahaya terik matahari Nusa Tenggara Timur, Mama Yoh, seorang ibu rumah tangga dari Larantuka, mengambil sebuah lampu tenaga surya yang telah dia demonstrasikan, membawanya berkeliling sehingga masyarakat bisa melihatnya dengan lebih jelas. Sekitar 15 orang berkumpul di balai desa Waibao, Tanjung Bunga, Flores Timur pada hari itu. Lampu tenaga surya menjadi salah satu produk yang cukup menarik bagi mereka, dikarenakan sebagian besar wilayah desa tersebut masih belum terhubung dengan jaringan listrik.

“Anda dapat menggunakan lampu ini di malam hari, dan dengan mudah membawanya ke manapun,” ujar Mama Yoh kepada beberapa perawat yang berada di tengah kerumunan, yang semuanya lebih tinggi dari dirinya. Suaranya yang lembut dan penuh perasaan memunculkan rasa hormat dari masyarakat.

Setelah berbincang selama beberapa saat dengan Mama Yoh, jelas bahwa dirinya yang bertubuh kecil, dengan pembawaannya yang tenang, adalah seorang yang penuh kharisma dan tekad usaha yang tinggi. Bahkan sebelum memulai perjalanannya sebagai seorang Ibu Inspirasi dengan Kopernik pada tahun 2015, Mama Yoh telah memulai beberapa usaha, mulai dari menjual kopi sampai dengan pakaian. Usaha-usaha tersebut tidak selalu berakhir dengan baik, tetapi hal tersebut tidak menghalangi dirinya untuk mencoba kembali.

 Mama Yoh telah menjual teknologi ke daerah terpencil bersama Kopernik selama tiga tahun

Pertemanannya dengan Mama Mia, yang juga adalah seorang Ibu Inspirasi, merupakan hal yang memperkenalkan Mama Yoh kepada Kopernik. “Sebagai seorang ibu rumah tangga, saya ingin melakukan sesuatu yang produktif… Hal ini juga merupakan salah satu cara saya untuk bisa melayani masyarakat luas,” ujar Mama Yoh. Pada waktu itu dirinya telah banyak menghadiri, dan beberapa kali membantu,  pameran teknologi yang diadakan Mama Mia. Kurang dari sebulan membantu Mama Mia, Mama Yoh mendaftar untuk bergabung dengan program Ibu Inspirasi.

Pada awalnya, itu bukanlah sebuah hal yang mudah untuk dirinya. Memiliki keberanian untuk berbicara di hadapan banyak orang tidak datang dengan sendirinya bagi Mama Yoh. Tetapi melalui pengalaman dan dukungan dari staf-staf Kopernik, Mama Yoh sekarang mampu untuk menjelaskan keuntungan dari teknologi tepat guna, seperti lampu tenaga surya dan saringan air, dengan fasih dan terampil.

“Saya merasa sangat bangga bahwa saya sekarang mampu untuk berdiri dan berbicara di depan banyak orang, saya berterima kasih kepada Kopernik untuk hal ini,” ujar Mama Yoh dengan senyuman yang lebar dan mata berbinar-binar.

 

Mama Yoh menjelaskan manfaat teknologi bersih bagi warga desa Waibao

Sejak bergabung dengan program Ibu Inspirasi, Mama Yoh telah bepergian tanpa lelah melintasi Flores Timur dari satu desa ke desa yang lain untuk mempromosikan dan menjual teknologi tepat guna. Perjalanan-perjalanan tersebut seringkali harus ditempuh selama beberapa jam dengan menggunakan sepeda motor melalui jalanan yang belum beraspal. Selain mendapatkan dukungan yang kuat dari keluarganya, Mama Yoh juga menjalankan pendekatan yang strategis, dia secara aktif menghubungi teman-teman dan saudaranya agar dapat menjangkau berbagai desa, bahkan desa di luar Flores Timur. Semua faktor tersebut mendukung keberhasilan Mama Yoh hingga dapat menjual lebih dari 730 teknologi tepat guna selama tiga tahun terakhir.

Kegigihan dan semangat kewirausahaannya melampaui dirinya dan partisipasinya di dalam program Ibu Inspirasi. Pada tahun 2016, Kopernik memberikan sebuah alat pemotong multifungsi kepada Mama Yoh sesuai dengan permintaanya. Ternyata  Mama Yoh menggunakan pemotong tersebut untuk membuat keripik pisang, yang kemudian dia jual di sekolah-sekolah. Mama Yoh menginspirasi dan mendorong wanita-wanita lain di komunitasnya untuk bergabung di badan usaha miliknya.

“Menjadi seorang Ibu Inspirasi tidaklah selalu mudah… Terkadang orang menyambut dengan tangan terbuka, terkadang tidak... Tetapi tidak apa-apa. Karena itu adalah suatu pembelajaran untuk saya,” ujar Mama Yoh. Dirinya bertekad untuk terus melanjutkan pekerjaannya, menjangkau desa-desa baru agar semakin banyak komunitas yang dapat menikmati keuntungan dari teknologi tepat guna.