Merangkul Komunitas, Merangkul Teknologi Tepat Guna bersama Mama Mardiah
Jumat, Februari 2, 2018 - 14:11

By Vanesha Manuturi
Digital Content Officer

Merangkul Komunitas, Merangkul Teknologi Tepat Guna bersama Mama Mardiah

Tetangga Mama Mardiah sangat gembira ketika Mama Mardiah membawa pulang sebuah sepeda motor baru ke rumahnya di Desa Horinara, Adonara, Flores. Sepeda motor tersebut dimenangkan oleh Mama Mardiah dalam lomba yang diselenggarakan oleh Kopernik pada bulan Agustus 2017. Kopernik mengadakan lomba menjual teknologi tepat guna dengan jumlah terbanyak antar Ibu Inspirasi di Nusa Tenggara Timur dalam rangka Hari Kemerdekaan Indonesia.

Ketika ditanya mengenai faktor yang mendorongnya untuk bisa menang, Mama Mardiah menjawab bahwa dia sebenarnya tidak begitu memikirkan cara untuk memenangkan lomba tersebut. Niat Mama Mardiah adalah untuk melibatkan sebanyak mungkin orang dalam usahanya untuk menyediakan teknologi tepat guna di daerah tempat tinggalnya. Tujuan Mama Mardiah bukan hanya agar ia mendapatkan keuntungan, namun juga agar tetangga-tetangganya memiliki kesempatan untuk mendapatkan pemasukan tambahan.

“Menjual teknologi ini telah membantu keluarga saya mendapatkan pemasukan tambahan dan juga membuat saya merasa memiliki hidup yang lebih bermanfaat bagi orang lain,” ucap Mama Mardiah, seorang perempuan paruh baya dengan suara lembut dan senyum lebar. “Membantu orang lain berkesempatan untuk mendapatkan pemasukan tambahan adalah cita-cita saya,” ucapnya.

Mama Mardiah memenangkan hadiah pertama dalam kompetisi Hari Kemerdekaan Kopernik pada bulan Agustus 2017 dengan bantuan kelompok pendukungnya

Usaha-usaha aktif Mama Mardiah berhasil mendapat perhatian dari lingkungannya. Mama Mardiah selalu bersemangat untuk berdiskusi dengan tetangganya, terutama perempuan, mengenai teknologi tepat guna, dan mengajak mereka untuk terlibat dalam usahanya. Saat ini terdapat paling tidak sepuluh orang dalam jaringan penjualan Mama Mardiah, termasuk beberapa perempuan yang tergabung dalam perkumpulan PEKKA, Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga, di daerahnya.

Kahidir Kopong, Kepala Desa Horinara yang telah menyaksikan upaya-upaya Mama Mardiah beberapa tahun ke belakang menyatakan, “Mama Mardiah merupakan orang yang selalu berpikiran maju di desa ini… Dia secara alamiah merangkul perempuan-perempuan di daerah ini, merangkul teknologi tepat guna yang sederhana.”

Mama Mardiah pertama kali berkenalan dengan teknologi tepat guna pada tahun 2011 melalui PEKKA. Tiga tahun kemudian, staf Kopernik mengunjunginya untuk mendiskusikan program Ibu Inspirasi, dan Mama Mardiah segera bergabung. Per bulan Desember tahun lalu, Mama Mardiah sudah menjual sebanyak 381 teknologi tepat guna.

Persiapan yang dilakukan oleh Mama Mardiah untuk menghadapi calon pembeli adalah menyimpan persediaan teknologi tepat guna. Mama Mardiah memiliki persediaan saringan air, lampu tenaga surya, dan bahkan satu atau dua kompor di tokonya, yang merupakan ruangan kecil di sudut rumahnya dengan jendela lebar yang terbuka agar Mama Mardiah dapat dengan mudah berbincang dengan pengunjungnya. Ruangan ini juga merupakan tempat Mama Mardiah menyimpan mesin jahitnya dan beberapa benda lain yang dia jual, seperti sepatu dan kaus kaki.

Mama Mardiah menunjukkan saringan filter air Nazava ke sekelompok wanita di balai desa Horinara

Saat Mama Mardiah sedang tidak bisa mengunjungi rumah orang-orang, dia sering mengundang mereka untuk datang ke tokonya, atau Mama Mardiah akan mengadakan pameran teknologi yang dapat menjangkau lebih banyak orang. Pameran terakhirnya diadakan pada bulan November 2017 di balai desa Horinara dan didatangi oleh lebih dari 20 perempuan dari daerah sekitarnya. Para perempuan yang menjadi peserta pameran teknologi Mama Mardiah bersemangat untuk bertanya dan berinteraksi satu sama lain. “Orang-orang selalu senang jika saya membicarakan teknologi tepat guna dengan mereka, karena saya selalu mendemokannya secara langsung,” ucap Mama Mardiah.

Bagi Mama Mardiah, keuntungan dari menjual teknologi tepat guna di daerah seperti Horinara lebih dari sekedar mendapatkan pemasukan tambahan. Selama bertahun-tahun menjalankannya, Mama Mardiah telah mendapatkan banyak teman baru dan pengetahuan yang dapat dia berikan pada orang lain dengan terus menjalankan perannya sebagai seorang Ibu Inspirasi.