Ina Saptiono
Senin, Maret 13, 2017 - 15:41

By Ina Saptiono
Communications Officer

Peresmian Yayasan Rumbia: Sejahterakan Masyarakat Aceh melalui Energi Terbarukan

Lhokseumawe, 13 Maret 2017 - Rabu, 8 Maret 2017 menandai peresmian Rumbia, sebuah lembaga sosial baru yang merupakan anak organisasi dari Kopernik. Rumbia, yang pada awalnya bekerja sebagai Kopernik Aceh Utara, sekarang telah menjadi lembaga independen yang berfokus pada penerapan energi bersih di Aceh untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat setempat lebih baik lagi. Ke depannya, Kopernik dan Rumbia akan terus bekerjasama dalam berbagai proyek. Lembaga baru ini sebenarnya telah terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM sebagai yayasan sejak Desember 2016, namun acara peresmian baru dilangsungkan Hari Rabu kemarin (8/3).

Mengikuti budaya 'ngopi' masyarakat setempat, acara peresmian diberi tema “Kopi Inspirasi” dan menarik banyak perhatian karena diadakan di salah satu kedai kopi ternama di Lhokseumawe. Dalam acara yang belangsung santai namun serius tersebut, Rumbia memperkenalkan organisasinya sebagai lembaga sosial baru yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan energi bersih di Provinsi Aceh yang berpusat di Lhokseumawe. Penjabaran visi dan misi, perkenalan anggota, serta pemaparan program-program kerja Rumbia selama dua tahun ke depan menjadi bahasan utama dalam acara ini. Selain itu, isu krisis energi, pengelolaan energi terbarukan di Aceh, dan sinergi organisasi dengan pemerintah juga dibahas dan menjadi topik diskusi yang menarik bagi para hadirin.

Zulfikar Thahir, direktur Rumbia, memberikan penjelasan tentang organisasinya

Acara peresmian Rumbia ini sekaligus menandakan lahirnya organisasi pertama yang memperkenalkan dan mempromosikan aplikasi energi bersih dan energi baru terbarukan (EBT) di provinsi Aceh. Menurut Zulfikar Thahir, direktur Yayasan Rumbia, upaya ini dilakukan agar masyarakat Aceh dapat hidup lebih sejahtera dengan mendayagunakan energi ramah lingkungan. Rumbia juga sukses mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat, terbukti dengan hadirnya beberapa perwakilan Pemda Aceh Utara dalam acara ini.

Selain dari pemerintah setempat, Rumbia juga mendapatkan dukungan penuh dari organisasi induknya, Kopernik. CEO Kopernik, Toshihiro Nakamura, memberikan dukungannya dengan ikut menjadi pembicara pada acara peresmian ini. Menurut Toshihiro, visi Rumbia untuk mewujudkan masyarakat sejahtera melalui pengelolaan energi yang bijak adalah visi yang sangat ideal dan perlu dukungan dari banyak pihak. Toshihiro juga mengapresiasi kerja keras dan kemampuan Rumbia selama ini dalam menjalankan proyek-proyek untuk menyelesaikan tantangan yang ada di Aceh. Kopernik sendiri akan terus mendukung Rumbia melalui kerjasama dalam implementasi dan pengembangan riset di berbagai proyek pembangunan.

Misi utama Rumbia sangat selaras dengan program pemberdayaan masyarakat dari pemerintah Aceh Utara yang saat ini sedang berjalan, seperti disampaikan oleh Bapak Marwan, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakan dan Gampong Kab. Aceh Utara. Beliau tidak segan untuk mengekspresikan dukungannya kepada Rumbia,

“Acaranya sangat informatif, saya doakan agar Rumbia selalu sukses.” tutur Pak Marwan

Acara ini juga dihadiri oleh banyak orang dari berbagai latar belakang - dari masyarakat setempat, hingga akademisi - yang berjumlah lebih dari 40 orang. Mereka semua sangat puas dengan acara yang berlangsung informal tetapi kaya makna tersebut.

Menutup acara peresemian, Zulfikar menggaris bawahi pentingnya partisipasi masyarakat setempat dalam mencapai visi dan misi Rumbia yang mengedepankan energi terbarukan. "Yang jelas, Rumbia hadir untuk menyejahterakan masyarakat, jadi kami akan mengusahakan partisipasi tinggi dari masyarakat setempat dalam program-program Rumbia.” tutup Zulfikar.

Suasana acara peresmian Yayasan Rumbia