Kabar

KAMI BEKERJA KERAS UNTUK MENJANGKAU MASYARAKAT TERPENCIL. BACA KABAR TERBARU DARI KAMI.

106 kabar terbaru cocok dengan pencarian Anda

Cerita Kopernik:
13 November 2017
5th Urban Social Forum

Solusi TI yang Inovatif untuk Masyarakat Miskin »

Meningkatnya penggunaan smartphone dan akses Internet di Indonesia selama beberapa tahun terakhir telah mendorong munculnya produk-produk berbasis teknologi informasi (TI) sebagai solusi untuk membantu kehidupan sehari-hari. Saat ini, hampir semua barang dan jasa yang kita butuhkan dapat dijangkau melalui satu klik di smartphone kita, dari rekomendasi tempat makan sampai transportasi ke kantor.  

Oleh Vanesha Manuturi

Cerita Kopernik:
06 Oktober 2017

Laporan Terkini Tanggap Darurat Gunung Agung »

Tanggap Darurat Gunung Agung adalah upaya bersama yang dikoordinasikan Yayasan Kopernik bersama IDEP, Bumi Sehat, Rio Helmi, Rucina Ballinger, Bali ZEN dan orangtua dari siswa-siswi Green School Bali untuk mengirim bantuan dan menggalang dana untuk para pengungsi Gunung Agung yang kebutuhannya terus berubah dan bertambah.

Diperbaharui 3 November, 09:00 WITA

Oleh Vanesha Manuturi

Cerita Kopernik:
25 September 2017
Sampai dengan September 25, telah ada lebih dari 4.000 pengungsi tersebar di posko-posko evakuasi di Kabupaten Bangli.

Beraksi Bersama: Tanggap Darurat Gunung Agung »

Berdasarkan data terbaru dari pemerintah, sampai dengan September 24 sore, sudah ada lebih dari 34.000 penduduk yang dievakuasi dari daerah dalam radius 12 kilometer sekitar Gunung Agung karena meningkatnya jumlah gempa-gempa kecil di sekitar gunung tersebut.

Oleh Vanesha Manuturi

Cerita Kopernik:
13 Maret 2017

Peresmian Yayasan Rumbia: Sejahterakan Masyarakat Aceh melalui Energi Terbarukan »

Lhokseumawe, 13 Maret 2017 - Rabu, 8 Maret 2017 menandai peresmian Rumbia, sebuah lembaga sosial baru yang merupakan anak organisasi dari Kopernik. Rumbia, yang pada awalnya bekerja sebagai Kopernik Aceh Utara, sekarang telah menjadi lembaga independen yang berfokus pada penerapan energi bersih di Aceh untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat setempat lebih baik lagi. Ke depannya, Kopernik dan Rumbia akan terus bekerjasama dalam berbagai proyek.

Oleh Ina Saptiono

Kopernik in action:
18 Januari 2017

Belajar dari Mama Dety: Seorang Ibu, Istri, Guru, Pengusaha, dan Ibu Inspirasi »

Sebagai staf lapangan Kopernik yang bertanggung jawab atas program Ibu Inspirasi, saya menyadari bahwa banyak ibu-ibu yang ingin terlibat dalam program ini, sayangnya pekerjaan utama dan rutinitas rumah tangganya yang sangat menyita waktu menjadi kendala terbesar. Hal ini merupakan tantangan bagi kami untuk memotivasi para ibu agar terlibat aktif dalam setiap kegiatan program Ibu Inspirasi. Namun lain halnya bagi Maria Bernadetta Amsikan, atau lebih akrab dipanggil Mama Dety, seorang Ibu Inspirasi dari Kefa, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Oleh Yan Kanahebi

Events:
22 November 2016

MENYOROTI PELUANG INOVASI PERTANIAN INDONESIA BERSAMA KOPERNIK DAN JAVARA »

Pada tanggal 8 Desember 2016 mendatang, Kopernik akan mengadakan sebuah acara untuk membahas hasil penelitian tim kami di bidang pertanian. Bekerja sama dengan wirausaha sosial Javara Indigenous Indonesia, kami akan mendiskusikan peluang-peluang inovasi dan kolaborasi untuk para petani skala kecil.


Cerita Kopernik:
22 November 2016
Penjelasan lampu tenaga surya

Kopernik Dukung Tahap Awal Realisasi Program Indonesia Terang »

Program Indonesia Terang, sebuah program dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang bertujuan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi nasional menjadi 97 persen di tahun 2019, akhirnya mulai direalisasikan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), N

Oleh Ina Saptiono

Media coverage:
22 Agustus 2016

Cahaya dari Desa Nubahaeraka

Meski Pulau Lembata sudah dimekarkan sebagai kabupaten sejak belasan tahun lalu, namun hingga saat ini akses listrik dan air masih menjadi kemewahan yang tidak dapat dimiliki. Beruntung Mama Elis temukan energi alternatif salah satunya lampu tenaga surya.
Media coverage:
21 Agustus 2016

Arisan Cahaya

Sebulan sekali warga desa mendatangi posyandu. Mereka bukan semata menimbang anak, melainkan juga membayar arisan. Namun, arisan itu bukan sembarang arisan, melainkan arisan untuk membeli lampu tenaga surya. Arisan, kata perempuan yang akrab disapa Mama Mia itu, menjadi pilihan warga untuk membeli perangkat listrik tenaga surya seharga Rp120 ribu-Rp1,55 juta dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Kopernik. Lama pencahayaan di waktu malam hari 4-100 jam, bergantung pada tingkat penerangan.
Media coverage:
20 Agustus 2016

Perempuan Pelawan Gelap

Elisabeth Nogo Keraf, 58 tahun, yang bolak-balik ke Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata, untuk mendistribusikan terang sejak Mei 2015. Jaraknya 37 kilometer dengan waktu tempuh 3,5 jam sekali perjalanan kendaraan roda empat karena jalan yang amburadul. "Apa saja yang bisa saya lakukan untuk masyarakat, pasti saya lakukan," kata Mama Elis—panggilannya. Di Lewoleba, dia menemui perwakilan Kopernik, yayasan penyalur teknologi tepat guna bagi masyarakat di daerah terpencil.